Beberapa hari lalu saia liat infotainment di salah satu tv swasta di Indonesia. Topiknya waktu itu soal pencekalan joget dangdut yang oleh beberapa kelompok masyarakat dinilai "erotis". Setau saia persoalan ini udah muncul beberapa bulan lalu, saia gak tau apa sebabnya tiba-tiba infotainment ngangkat topik ini lagi.
Salah satu penyanyi yang ikut bicara waktu itu ialah Julia Perez. Ada salah satu ungkapan dia yang cukup menarik buat saia. Kurang lebih dia bilang gini, "Kenapa cuma dangdut yang dicekal? sementara musik-musik lain yang bahkan sempat menimbulkan kematian tidak digubris sama sekali"
Apakah dangdut memang terdiskriminasi?
Saia bukan penggemar dangdut, bukan juga orang yang suka mengekploitasi erotisme (walaupun koleksi bokep gw banyak hehe...) tapi omongan si Juve itu cukup biking saia terkesan dan simpati juga.
Saia mau nanya sama kalian. Menurut kalian, lebih seksi atau erotis mana jogetnya Inul, Dewi Persik, Trio Macan, dll dengan jogetnya Britney Spears (misalnya di video “Toxic” atau “I’m a slave for you”), atau Cristina Aguilera (misalnya di video clip “Dirty”)?
Kalo si Juve bohay itu ngerasa terdiskriminasi, saia rasa pikiran dia itu ada benernya juga. Banyak banget erotisme n sensualitas yang setiap hari ditawarkan media massa, terutama dari artis-artis luar negri (Amerika bisa dibliang biangnya). Kalo kalian gak percaya, coba aja seharian nonton Mtv. Tapi sepertinya hal itu belum pernah dipersoalkan oleh masyarakat kita. Seandainya pun pernah, saia rasa gak seheboh seperti bagaimana mereka mempersoalkan dangdut.
Memang, media yang mereka miliki berbeda. Si Inul lebih sering tampil langsung di depan masyarakat lewat panggung, sementara si Britney Cuma nongol di TV doank. Tapi kalau kita bicara masalah efek, apakah ada yang bisa menjamin bahwa gak ada cowok yang ereksi melihat sensualitas yang ditawarkan si Britney?
So guys..gimana menurut kalian?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar